Kisah lain menceritakan, pada saat berusia 28 tahun ia memanjat gunung sendirian, kemudian terbang ke langit menjadi Dewi bersama dengan raganya. Dikisahkan bahwa pada pagi itu, penduduk sekitar Meizhou melihat awan berwarna/i menyelimuti pulau.
Di angkasa terdengar alunan musik merdu, dan Lin Mo Niang perlahan-lahan naik ke langit untuk dinobatkan sebagai Dewi. Setahun kemudian, penduduk mendirikan sebuah kuil di tempat Lin Mo Niang diangkat naik ke langit. Kuil tersebut merupakan kuil Thian Shang Sheng Mu yang pertama didirikan di Tiongkok (Pulau Meizhou, provinsi Fujian).
Setelah mencapai Kedewaan, Beliau sering mengelilingi lautan untuk menolong umat manusia yang memerlukan pertolongan.
Versi lain menyatakan bahwa Lin Mo Niang meninggal ketika Ia masih berusia 16 tahun. Saat itu, dia berenang jauh ke tengah laut untuk mencari ayahnya yang hilang. Namun karena kelelahan, dia meninggal dan jenasahnya disapu ombak ke tepi pantai di Pulau Nankan, Kepulauan Matsu, Taiwan.
E. Kisah dan Mukzizat
Pada tahun 1122, Kaisar Song Huizong memerintah seorang Menteri bernama Lu Yun Di untuk menjadi duta ke Negeri Gaoli (sekarang Korea). Rombongan tersebut terdiri atas 8 buah kapal, tetapi 7 diantaranya tenggelam akibat dihantam badai yang dahsyat. Hanya rombongan di kapalnya saja yang selamat.
Menteri Lu Yun yang selamat merasa takjub kemudian bertanya kepada anak buahnya, siapakah Dewa yang menyelamatkan mereka.
Salah seorang yang berasal dari kota Pu Tian menjawab bahwa ia biasa bersembahyang kepada Dewi Lin Mo Niang, yang merupakan Dewi pelindung di lautan. Menteri Lu Yun pun segera melaporkan hal tersebut kepada sang Kaisar setibanya dia pulang.
Sebagai penghormatan dan rasa syukur, Kaisar memberi beliau gelar Sun Ji Fu Ren yang berarti “Nyonya Agung yang Memberikan Pertolongan yang Sangat Dibutuhkan”.
Kaisar juga menyumbangkan sebuah papan kaligrafi (hanzi) bertuliskan gelar tersebut, yang merupakan tulisan sang Kaisar sendiri untuk dipasang pada kuil Mazu di Meizhou, Taiwan.
F. Kultus Pemujaan Terhadap Dewi Tian Shang Seng Mu
Tian Shang Sheng Mu digambarkan sebagai wanita yang berusia 30-an hingga 40-an, yang mengenakan jubah merah bersulam, serta duduk diatas tahta.
Pada sebagian patung kimsin-Nya, Beliau divisualisasikan dengan memakai pakaian kebesaran seorang Permaisuri yang bertaburkan permata, memegang papan seremonial (yang biasa dibawa pejabat untuk menghadap Kaisar) atau tongkat bertatah permata, dan mahkota bergaya kekaisaran yang dihiasi untaian butiran mutiara yang tergantung pada bagian depan dan belakang mahkota.
Beliau juga sering divisualisasikan bersama ke-2 pengawalnya, Qian Li Yan dan Sun Feng Er.