JERITAN WARGA MANUMBING: Pajak Melejit, Jalan Mirip Kubangan!
Kondisi jalan Manumbing Kecamatan IT I Palembang--
PALEMBANG, KORANRADAR.ID – Warga Jalan Manumbing, Kelurahan Kepandean, Kecamatan Ilir Timur I, kini berada di puncak titik didih. Kawasan jantung kota ini seolah "dianaktirikan" oleh Pemerintah Kota Palembang. Kondisi aspal yang hancur lebur dan dipenuhi lubang menganga telah mengubah akses utama warga menjadi jalur maut yang memprihatinkan!
"Hujan Jadi Petaka, Air Jadi Senjata"
Penderitaan warga mencapai puncaknya setiap kali hujan mengguyur. Lubang-lubang dalam di sepanjang jalan bertransformasi menjadi jebakan air yang siap menyemprotkan lumpur ke pagar dan rumah warga saat kendaraan melintas.
"Kondisinya sudah sangat parah! Dari Manumbing sampai ke seputaran Lapangan Hatta, semuanya berlubang. Kami merasa seperti hidup di pedalaman, padahal ini di tengah kota!" cetus Anto, salah satu warga dengan nada penuh kekecewaan.
BACA JUGA:Sediakan Jalan Khusus Batubaranya, Sumsel Masih Produksi Batubara Jangan Asal Cepat
BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Tinjau Langsung Percepatan Perbaikan Jalan Tanjung Api-Api–Sri Menanti
Ironi "Pilih Kasih" Pembangunan
Warga merasa ada diskriminasi dalam perbaikan infrastruktur. Pasalnya, lorong di sebelah kawasan mereka baru saja dipoles mulus oleh pemerintah, sementara Jalan Manumbing dibiarkan berlobang lobang selama bertahun-tahun.
PBB Selangit, Fasilitas Pahit!
Kemarahan warga makin memuncak mengingat pajak yang mereka setor ke kas daerah tidaklah sedikit. Eman, warga setempat, melontarkan kritik pedas terkait ketimpangan antara kewajiban warga dan tanggung jawab pemerintah. "PBB di kawasan ini sangat tinggi, kami taat membayar! Tapi apa balasannya? Fasilitas jalannya nol besar! Sangat tidak sebanding dengan uang yang dipungut pemerintah," tegas Eman dengan geram.
Warga kini menuntut aksi nyata, bukan sekadar janji manis di atas kertas. Mereka mendesak Pemerintah Kota Palembang untuk segera turun ke lapangan dan memperbaiki akses jalan Manumbing sebelum kerusakan semakin parah dan memakan korban jiwa.