Perkuat Ekonomi Nasional, Kadin Rilis 4 Agenda Utama

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie --

KORANRADAR.ID  – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyiapkan empat agenda strategis pada awal tahun 2026. Langkah ini diambil untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global, memperluas peluang investasi, serta menjaga ketahanan ekonomi nasional.

​Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menjelaskan bahwa agenda-agenda ini menjadi krusial untuk mempromosikan potensi Indonesia di kancah internasional.

​1. World Economic Forum (WEF) Davos (19–23 Januari)

​Menjadi panggung utama promosi investasi dan perdagangan global. Di tengah fragmentasi geopolitik dan pergeseran tatanan ekonomi dunia menuju minilateralisme, kehadiran Kadin bertujuan untuk:

​Menyeimbangkan posisi Indonesia di antara kekuatan ekonomi besar (AS, China, G20, APEC, hingga BRICS).

​Menghadapi tantangan perubahan iklim secara kolektif dengan pemimpin dunia.

​“Davos adalah ajang yang sangat baik untuk mempromosikan investasi dan perdagangan. Kadin berkomitmen penuh mendukung pemerintah dalam forum ini,” ujar Anindya.
BACA JUGA:Kadin Dorong Penguatan Ekspor Nasional, Demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

BACA JUGA:Ketua Kadin: Siap Majukan Ekonomi Daerah

​2. Indonesia Economic Outlook (15 Januari)

​Bertempat di Menara Kadin Indonesia, forum ini akan menjadi panduan bagi pelaku usaha dalam menyusun strategi tahun 2026. Aviliani, WKU Bidang Analisis Kebijakan Ekonomi, menyebutkan tiga isu utama yang akan dibahas:

​Proyeksi ekonomi global.

​Minat dan persepsi investor asing terhadap pasar Indonesia.

​Tantangan ekonomi daerah pascabencana dan penyesuaian anggaran.

​3. ABAC Business Conference (7–9 Februari)

​Diselenggarakan di Jakarta, forum ASEAN Business Advisory Council (ABAC) ini diproyeksikan sebagai wadah strategis bagi Indonesia untuk menyuarakan gagasan ekonomi di kawasan Asia Pasifik.

​4. Jakarta Food Security Summit (20–21 Mei)

​Fokus utama agenda ini adalah ketahanan pangan dan energi (food and energy security). Menurut Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor, Juan Permata Adoe, poin krusial yang akan dibahas meliputi:

​Implementasi kebijakan Biofuel 40–50.

​Solusi atas penurunan produksi kelapa sawit.

​Opsi kebijakan pembukaan lahan baru dan optimalisasi lahan tidak produktif.

​Analisis Singkat: Langkah Kadin ini menunjukkan upaya proaktif dalam menyelaraskan kepentingan dunia usaha dengan kebijakan pemerintah, terutama dalam menghadapi isu keberlanjutan dan diplomasi ekonomi internasional di tahun 2026. (ant)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan