PRABUMULIH, KORANRADAR.ID - Pengusaha Koperasi Miwa Pineapple Prabumulih mengapresiasi atas dukungan berkelanjutan PT Pertamina Gas (Pertagas), yang dinilai berperan krusial dalam mendorong penguatan hilirisasi produk pertanian berbasis nanas hingga menembus pasar internasional.
Hal tersebut dikatakan Agus Zaili, Coe Koperasi Miwa saat menerima menerima kunjungan GM Pertagas Pusat.
Menurutnya, dukungan Pertagas tidak hanya bersifat simbolik, tetapi diwujudkan melalui bantuan nyata berupa peralatan produksi, mulai dari mesin pengolahan buah, mesin pemintal serat daun nanas, hingga berbagai sarana pendukung lain yang kini dimanfaatkan secara optimal oleh koperasi.
“Bantuan dari Pertagas menjadi kekuatan besar bagi kami. mulai dari peralatan produksi hingga pendampingan, semuanya sangat membantu koperasi berkembang dan meningkatkan kapasitas,” ujarnya.
Dijelaskan dia, keberadaan peralatan tersebut memungkinkan koperasi memaksimalkan potensi nanas secara menyeluruh, tidak hanya pada buah, tetapi juga pemanfaatan limbah daun nanas yang selama ini terbuang.
BACA JUGA:420 ASN Prabumulih Terima Satyalancana Karya Satya
BACA JUGA:Pemkot Prabumulih Gelar Rakor TP PKK Tingkat Kota 2025
General Manager Pertagas Pusat Robi Yasin, menegaskan bahwa Koperasi Miwa memiliki posisi strategis dalam meningkatkan nilai ekonomi petani nanas. Menurutnya, koperasi telah menghadirkan solusi konkret melalui pemanfaatan seluruh bagian tanaman.
“Dengan hadirnya Koperasi Miwa, bukan hanya buah nanas yang bernilai ekonomi, tetapi juga daun nya bisa di mamfaatkan. Ini solusi nyata bagi para petani,” katanya.
Ia mengungkapkan, kualitas produk Miwa telah mendapat respons positif dari pasar internasional. Hal itu dibuktikan dengan pengiriman sampel produk nanas ke Kota Dubai yang dinilai unggul dari sisi kualitas dan warna.
Saat ini, Koperasi Miwa mengembangkan dua produk utama, yakni nanas olahan dan serat daun nanas. Ke depan, koperasi menargetkan pengembangan hingga menghasilkan bahan baku tekstil bernilai tinggi, seperti benang dan kain berbasis serat nanas.
Manager Pertagas Area Sumbagsel, Andri Tobing menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan program pemberdayaan ekonomi berbasis koperasi dan petani lokal.
“Peluang Ekspor besar, kuncinya ada di packaging. Permintaan pasar ekspor, khususnya dari Dubai, disebut sangat menjanjikan. Sebab, pasar tersebut membutuhkan minimal dua kontainer per bulan, masing-masing berkapasitas sekitar 20 ton, atau total 40 ton nanas per bulan,” sebutnya. (and)