Rupiah Kembali Loyo

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi bergerak melemah. Rupiah merosot 52 poin atau 0,29 persen ke posisi Rp18.066 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya di le--

KORANRADAR.ID  – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi bergerak melemah. Rupiah merosot 52 poin atau 0,29 persen ke posisi Rp18.066 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp18.014 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai pelemahan rupiah ini utamanya dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

"Rupiah melemah bersama mayoritas mata uang Asia lainnya seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang pada gilirannya menekan sentimen risiko di kawasan tersebut," ujar Josua  di Jakarta, Kamis.

Faktor Pemicu Pelemahan Rupiah

Ada beberapa faktor krusial yang menekan pergerakan mata uang Garuda hari ini:

Eskalasi Konflik Timur Tengah: Serangan militer AS terhadap Iran meredupkan harapan tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat. Konflik yang terus berlanjut ini dikhawatirkan memicu gangguan pelayaran yang lebih besar di Selat Hormuz, sehingga mengancam pasokan logistik global.

BACA JUGA:Hadir di Wedding Expo PIM 2026, IBIS Palembang Sanggar Tawarkan Benefit Menarik

BACA JUGA:Apresiasi Langkah Polda Sumsel Hidupkan Kembali Warisan Pencak Silat

Sanksi Minyak Iran: Serangan tersebut terjadi tak lama setelah AS menarik konsesi penting yang sebelumnya mengizinkan Iran menjual minyak secara internasional. Langkah ini diprediksi akan membuat pasokan pasar minyak global semakin mengetat dalam beberapa pekan ke depan.

Lonjakan Harga Minyak: Akibat sentimen di atas, harga minyak mentah dunia melonjak hingga melampaui 75 dolar AS per barel. Kenaikan ini memberikan tekanan tambahan bagi mata uang negara-negara berkembang (emerging markets).

Sentimen Isu Fed (FOMC): Dari eksternal lainnya, rilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan Juni 2026 menegaskan kekhawatiran para pembuat kebijakan AS terhadap tekanan inflasi yang dinilai masih persisten.

Berdasarkan kombinasi faktor-faktor tersebut, Josua memproyeksikan pergerakan nilai tukar rupiah sepanjang hari ini akan berada dalam kisaran Rp17.975 hingga Rp18.125 per dolar AS. (ant)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan