HARMONI PALEMBANG

Walikota Palembang H Ratu Dewa --

Usia 1343 tahun bukan sekadar angka, melainkan bukti ketahanan, kebesaran, dan keberkahan yang diwariskan leluhur kita. Palembang lahir dari semangat peradaban Sriwijaya yang toleran, berilmu, dan menjadi pusat perdagangan serta kebudayaan, lalu tumbuh berkembang dengan nilai-nilai agama yang menyatu dalam jiwa masyarakatnya. Inilah identitas kita, kota yang kuat karena budayanya, dan maju karena landasan spiritualnya.”

Walikota Palembang

H Ratu Dewa

 

KOTA PALEMBANG sebagai salah satu kota tertua di Indonesia memiliki sejarah panjang, nilai budaya yang luhur, serta peran strategis dalam perkembangan peradaban di wilayah Sumatera.

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-1343 Kota Palembang bukan sekadar perayaan angka tahun, melainkan momen penting untuk merenungi perjalanan sejarah, mensyukuri pencapaian pembangunan, serta membangkitkan semangat kebersamaan dalam memajukan daerah.

Dalam rangka memeriahkan peringatan tersebut, diperlukan bentuk perayaan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga bernilai seni, budaya, dan mengandung pesan moral yang mendalam.  

Seni sastra, khususnya puisi, merupakan media yang tepat untuk mengekspresikan rasa cinta, kebanggaan, harapan, dan dedikasi terhadap tanah kelahiran. Oleh karena itu, Harian Radar Palembang berinisiatif menyajikan sebuah karya tulis istimewa yang melibatkan para pemimpin daerah sebagai pencipta karya.

Puisi, merupakan media yang tepat mengekspresikan rasa cinta, kebanggaan, harapan, dan dedikasi terhadap Kota Palembang.

Edisi khusus Harmoni Palembang akan tayang lengkap dengan kumpulan puisi Bebaso Palembang dari seluruh kepala badan, dinas, sekretariat, BUMN, dan Camat.

Perayaan hari jadi tahun ini mengusung tema “Palembang Berdaya, Berbudaya, dan Mendunia”, dengan nuansa yang kental akan nilai kebudayaan warisan Sriwijaya dan religiusitas yang menjadi fondasi hidup masyarakatnya, diselaraskan dengan semangat pembangunan dan kemajuan masa kini.

Rangkaian acara dimulai sejak awal Juni dengan kegiatan yang sarat makna, bukan sekadar kemeriahan seremonial. Salah satu puncaknya adalah khataman Al Quran massal yang melibatkan tepat 1.343 qori dan qoriah dari seluruh kecamatan, diselenggarakan di Rumah Dinas Walikota Palembang.

Angka ini sengaja disesuaikan dengan usia kota, menjadi simbol bahwa peradaban panjang Palembang senantiasa berpijak pada nilai keagamaan dan ketakwaan. Suasana khidmat, doa bersama, dan harapan keberkahan menyelimuti acara tersebut, dihadiri tokoh agama, ulama, pimpinan pondok pesantren, serta unsur pimpinan daerah dan masyarakat luas.

Selain kegiatan religius, Pemkot juga menampilkan kekayaan budaya: pameran ikon sejarah kota, pentas seni tradisional seperti tari Gending Sriwijaya, musik kulintang, serta pameran kerajinan khas Palembang seperti kain songket dan ukiran kayu. Diluncurkan juga perangko khusus yang menampilkan Prasasti Kedukan Bukit, Jembatan Ampera, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, dan Gedung Ledeng — sebagai penanda identitas sekaligus media pelestarian sejarah bagi generasi muda dan promosi ke dunia luar.

Kekhasan Palembang sebagai kota sungai dan pusat peradaban maritim juga ditonjolkan, dengan kegiatan wisata budaya di bantaran Sungai Musi, memperkuat kembali jati diri “Kota Wisata Air” yang kini dikembangkan menjadi destinasi berkelas dunia namun tetap menjaga kearifan lokal.

Walikota Palembang H Ratu Dewa, menegaskan makna mendalam di balik perayaan ini, mengingat latar belakang pendidikan beliau di bidang keagamaan dan pengalaman panjang membangun pelayanan publik.

“Usia 1343 tahun bukan sekadar angka, melainkan bukti ketahanan, kebesaran, dan keberkahan yang diwariskan leluhur kita. Palembang lahir dari semangat peradaban Sriwijaya yang toleran, berilmu, dan menjadi pusat perdagangan serta kebudayaan, lalu tumbuh berkembang dengan nilai-nilai Islam yang menyatu dalam jiwa masyarakatnya. Inilah identitas kita, kota yang kuat karena budayanya, dan maju karena landasan spiritualnya,” jelasnya.

Lebih lanjut Walikota Raatu Dewa menekankan makna HUT ini dalam konteks kekinian. “Saya mengajak seluruh warga: jadikan momen ini untuk saling menguatkan, menjaga kerukunan, berbakti kepada kota, dan berbuat yang terbaik bagi sesama. Mari kita lestarikan bahasa, adat istiadat, seni, dan warisan sejarah kita, sekaligus terus berinovasi membangun Palembang yang makmur, nyaman, dan berkeadilan untuk semua,” tegas Ratu Dewa. (swa)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan