108 Karhutla Sumsel 2026: PALI Catat Kasus Tertinggi

Ilustrasi petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) tengah memadamkan kebakaran hutan--

PALEMBANG, KORANRADAR.ID  - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat sebanyak 108 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di provinsi tersebut selama periode 1 Januari hingga 1 Juni 2026. Total luas lahan yang terbakar mencapai 182,54 hektare.

“Sepanjang periode tersebut terdapat 108 kejadian karhutla dengan luas terdampak mencapai 182,54 hektare,” kata Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, di Palembang, Selasa.
Sebaran Wilayah Karhutla
Berdasarkan sebaran kejadian, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menjadi daerah dengan kasus tertinggi, yakni 34 kejadian. Kasus tersebut paling banyak terjadi di:
Kecamatan Abab: 12 kejadian
Kecamatan Talang Ubi: 9 kejadian
Kecamatan Penukal: 8 kejadian
Kecamatan Tanah Abang: 3 kejadian
Kecamatan Penukal Utara: 2 kejadian

Kemudian, Kabupaten Muara Enim menyusul dengan 17 kejadian yang tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Gelumbang (5 kejadian), Lembak (4 kejadian), Kelekar (2 kejadian), Rambang Niru (2 kejadian), Lubai (2 kejadian), serta Rambang dan Gunung Megang masing-masing 1 kejadian.

BACA JUGA:Ajak Semua Elemen Jadikan Pancasila Pedoman Hidup

BACA JUGA:Dukung FESyar Regional Sumatera 2026 Perkuat Ekonomi dan Keuangan Syariah

Untuk wilayah lainnya, rincian kejadian karhutla adalah sebagai berikut:
Kabupaten Musi Banyuasin: 11 kejadian
Kabupaten Musi Rawas Utara: 10 kejadian
Kabupaten Ogan Ilir: 9 kejadian
Kota Palembang: 6 kejadian
Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), dan Kota Prabumulih: masing-masing 5 kejadian
Kabupaten Musi Rawas: 4 kejadian
Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI): masing-masing 1 kejadian
Upaya Pemadaman dan Pencegahan

Sudirman mengatakan bahwa sebagian besar wilayah di Sumatera Selatan saat ini masih berada pada kategori rawan kebakaran, sehingga upaya pencegahan perlu terus diperkuat.
Dalam upaya penanggulangan, Subsatgas Udara Sumsel telah melakukan operasi water bombing (bom air) di sejumlah titik api di wilayah OKU, Ogan Ilir, dan PALI. Hasil pemantauan terkini menunjukkan titik-titik api tersebut telah berhasil dipadamkan.
Di Kota Prabumulih, tim gabungan juga bergerak cepat melakukan pemadaman kebakaran lahan di Kelurahan Gunung Ibul Selatan, Kecamatan Prabumulih Timur, dengan luas terdampak sekitar 100 meter persegi.
Sementara itu, petugas Manggala Agni Daops Sumatera XVI/Lahat telah melakukan pengecekan langsung ke titik api di Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muara Enim, dan memastikan api sudah sepenuhnya padam.
Kesiapsiagaan Alutsista:
BPBD Sumsel saat ini telah menyiagakan sarana udara di Lanud Sultan Mahmud Badaruddin II. Armada yang disiapkan terdiri dari satu pesawat patroli Cessna, satu helikopter patroli, dan dua helikopter pengebom air (water bombing).
Di akhir keterangannya, Sudirman mengimbau pemerintah daerah, pihak perusahaan, dan seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat sinergi pencegahan karhutla menjelang puncak musim kemarau.
Poin-Poin yang Diperbaiki:
Tipografi/Typo: Memperbaiki tanda kurung terbalik pada kata )OKU) menjadi (OKU).
Konsistensi Angka: Mengubah penulisan angka yang tidak konsisten (misal: tulisan "sembilan" diubah menjadi angka "9" agar lebih mudah dibaca dalam data statistik).
Struktur & Scannability: Menambahkan sub-judul (headings) dan bullet points agar pembaca bisa langsung menangkap data wilayah yang paling banyak mengalami karhutla secara cepat.
Kosakata: Mengubah kata baku seperti "diikuti" dan "mencatat" yang berulang-ulang agar kalimatnya menjadi lebih bervariasi dan mengalir. (ant)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan