RATU DEWA RESPONS CEPAT KELUHAN WARGA

Walikota Palembang H Ratu Dewa pimpin rapat khusus evaluasi pelaksanaan uji coba perdana car free night (CFN) dan car free day (CFD), bersama jajaran Pemkot Palembang, aparat kepolisian, serta instansi terkait.--

Evaluasi Total CFN dan CFD Palembang Demi Kenyamanan Publik

KOMITMEN menghadirkan ruang publik yang nyaman dan berkualitas kembali ditunjukkan Walikota Palembang Drs H Ratu Dewa MSi. 

Usai pelaksanaan uji coba perdana car free night (CFN) dan car free day (CFD), respons cepat langsung dilakukan melalui evaluasi menyeluruh, menjadikan kritik warga sebagai pijakan utama untuk pembenahan.

Uji coba CFN pada Sabtu 11 April 2026, malam dan CFD pada Minggu 12 April 2026, pagi memang menyedot perhatian publik. Antusiasme tinggi masyarakat terlihat jelas, namun di sisi lain, berbagai masukan dan kritik juga ramai bermunculan di media sosial. Alih-alih menghindar, Ratu Dewa justru menjadikan suara warga sebagai bahan evaluasi yang konkret.

Dalam rapat bersama jajaran Pemkot Palembang, aparat kepolisian, serta instansi terkait, Ratu Dewa secara terbuka menyoroti sejumlah kendala, terutama terkait pengaturan lalu lintas saat CFD. 

Penutupan jalur sepanjang 2,8 kilometer, termasuk kawasan ikonik Jembatan Ampera, memicu kepadatan di sejumlah titik alternatif seperti Musi 4 dan Musi 6.

Berangkat dari laporan langsung masyarakat, termasuk pesan yang masuk ke media sosial pribadinya, Ratu Dewa menilai penempatan personel di lapangan belum optimal. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius, sekaligus dasar untuk merumuskan rekayasa lalu lintas yang lebih efektif pada pelaksanaan berikutnya.

Tak hanya itu, rencana peluncuran resmi CFD pun diputuskan untuk ditunda. Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian, agar program yang dihadirkan benar-benar matang dan memberikan kenyamanan bagi seluruh warga.

Di sisi lain, pelaksanaan CFN juga tak luput dari evaluasi. Meski dinilai berjalan cukup baik, sejumlah catatan penting tetap menjadi perhatian, mulai dari pengelolaan sampah hingga penataan parkir. Ratu Dewa menekankan pentingnya edukasi kepada pengunjung dan pedagang, termasuk penyediaan tempat sampah terpilah serta penguatan peran dinas terkait dalam sosialisasi.

Kawasan Jalan Kolonel Atmo yang disulap menjadi pusat aktivitas malam hari pun, diproyeksikan sebagai ruang kreatif baru bagi masyarakat. Oleh karena itu, penataan kantong parkir, pengawasan juru parkir resmi, hingga kepastian tarif sesuai aturan menjadi fokus pembenahan.

Lebih dari sekadar hiburan, CFN juga diarahkan menjadi etalase budaya lokal. Ratu Dewa mendorong agar konsep acara menonjolkan kearifan lokal Palembang, mulai dari seni Dulmuluk, pertunjukan kreatif, hingga pelibatan UMKM sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Dengan pendekatan responsif dan terbuka terhadap kritik, Pemerintah Kota Palembang menunjukkan keseriusannya dalam menghadirkan ruang publik, yang tidak hanya bebas kendaraan, tetapi juga aman, tertib, dan sarat nilai edukasi.

“Evaluasi ini bukan sekadar catatan, tetapi komitmen untuk perbaikan nyata. Kami ingin CFN dan CFD benar-benar menjadi ruang publik yang sehat, aman, dan membanggakan bagi warga Palembang,” tegas Ratu Dewa. (adv)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan