Perkuat Ekonomi Umat, Bank Syariah Indonesia Salurkan KUR Syariah Rp1,65 Triliun
Aktivitas layanan BSI kepada nasabah--
JAKARTA, KORANRADAR.ID – Bank Syariah Indonesia (BSI) terus mempertegas komitmennya dalam memperkuat ekonomi umat melalui penyaluran pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis syariah. Hingga Februari 2026, perseroan telah menyalurkan KUR syariah sebesar Rp1,65 triliun atau setara 11,1 persen dari total kuota tahun ini, dengan menjangkau lebih dari 11 ribu pelaku usaha di seluruh Indonesia.
Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, mengatakan bahwa penyaluran pembiayaan dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian guna menjaga kualitas portofolio tetap sehat dan berkelanjutan.
“Penyaluran pembiayaan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan analisis makroekonomi serta tren kualitas pembiayaan,” ujarnya di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, program KUR syariah menjadi salah satu instrumen strategis dalam memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Selain itu, pembiayaan ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi.
BSI memfokuskan penyaluran pembiayaan pada sektor-sektor produktif, terutama makanan dan minuman halal, jasa, serta perdagangan. Dari total KUR syariah yang disalurkan, sebanyak 65 persen dialokasikan ke sektor produksi, sementara 35 persen sisanya ke sektor non-produksi sesuai dengan amanat pemerintah.
Komposisi tersebut mencerminkan strategi perseroan dalam mendorong aktivitas ekonomi bernilai tambah serta berkelanjutan. Seiring dengan itu, BSI juga optimistis pertumbuhan UMKM akan tetap solid sepanjang 2026, didukung oleh berbagai stimulus dan kebijakan pemerintah.
“Kami melihat ekosistem UMKM terus menguat, didorong oleh program seperti KUR Syariah, pengembangan ekosistem MBG melalui penyediaan SPPG, serta pembiayaan mikro dan SME. Selain itu, tren positif sektor halal di awal tahun juga menjadi sinyal kuat bagi pertumbuhan ke depan,” jelas Kemas.
Secara kinerja, hingga Februari 2026 total pembiayaan BSI tercatat mencapai Rp323 triliun atau tumbuh 14,32 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut didorong oleh kontribusi signifikan dari segmen konsumer, khususnya bisnis emas.
Sementara itu, pembiayaan ritel termasuk UMKM mencapai Rp52,43 triliun atau tumbuh 6,10 persen (yoy). Perseroan juga terus memperkuat ekosistem pendukung UMKM melalui berbagai inisiatif strategis, mulai dari pendampingan usaha, pelatihan, business matching, hingga penyediaan layanan BSI UMKM Center serta fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku usaha binaan.
Ke depan, BSI menegaskan akan terus memperkuat dukungan terhadap program Asta Cita pemerintah, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan segmen ritel. Optimalisasi fungsi intermediasi antara dana pihak ketiga (DPK) dan pembiayaan menjadi kunci dalam menjaga kinerja yang solid dan berkelanjutan.