Densus 88 Gandeng Kemenag Sumsel Lindungi Generasi dari Radikalisme

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan menerima audiensi tim Densus 88 Anti Teror Polri bersama jajaran di Ruang Rapat Kakanwil ini dihadiri langsung Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, H. Syafitri Irwan.--

PALEMBANG, KORANRADAR.ID – Upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme di kalangan generasi muda terus diperkuat. Kali ini, Densus 88 Anti Teror Polri menggandeng Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Selatan untuk membangun sinergi strategis dalam melindungi pelajar dari ancaman ideologi ekstrem.

Kolaborasi tersebut terungkap dalam audiensi yang berlangsung hangat di Ruang Rapat Kakanwil Kemenag Sumsel, Senin (6/4/2026). Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Sumsel H. Syafitri Irwan, didampingi Kabag TU H. Taufiq, Kabid Urais H. Efriyansa, serta Ketua Tim Kerja Kerukunan Umat Beragama (KUB) Feri Suhaimi. Sementara itu, tim Densus 88 dipimpin Ipda Fahrurozi bersama dua anggota.

Dalam pertemuan tersebut, Densus 88 mengungkap temuan lapangan yang menjadi perhatian serius. Indikasi paparan paham radikalisme mulai menyasar pelajar tingkat SMP dan SMA di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

“Kami menemukan adanya indikasi pelajar yang mulai terpapar paham terorisme. Ini menjadi alarm penting bagi kita semua,” ujar Ipda Fahrurozi.

Sebagai langkah preventif, Densus 88 tengah menyusun buku literasi khusus yang ditujukan bagi generasi muda. Materi tersebut dirancang dengan bahasa yang mudah dipahami, sehingga pesan pencegahan dapat diterima secara efektif oleh kalangan pelajar.

Namun demikian, Fahrurozi menegaskan bahwa upaya ini tidak dapat dilakukan secara sendiri. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama, untuk memperluas jangkauan edukasi serta memperkuat benteng ideologi di lingkungan pendidikan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kanwil Kemenag Sumsel H. Syafitri Irwan menyatakan kesiapan penuh pihaknya dalam mendukung langkah strategis tersebut. Ia menegaskan bahwa pencegahan radikalisme di kalangan pelajar merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga masa depan bangsa.

“Kami siap bersinergi. Kemenag memiliki jaringan sumber daya manusia hingga ke tingkat akar rumput, mulai dari guru madrasah, penyuluh agama, hingga penghulu yang siap memberikan edukasi moderasi beragama,” tegas Syafitri.

Ia menambahkan, penguatan nilai-nilai moderasi beragama, Ideologi Pancasila, serta wawasan kebangsaan menjadi kunci utama dalam membentengi generasi muda dari pengaruh paham radikal yang berpotensi memecah belah persatuan.

Lebih jauh, kerja sama antara Kemenag Sumsel dan Densus 88 diharapkan tidak berhenti pada tataran koordinasi semata, tetapi berkembang menjadi gerakan masif yang menyentuh langsung lingkungan sekolah dan madrasah.

Dengan sinergi yang solid, kedua pihak optimistis dapat membangun ketahanan ideologi di kalangan pelajar, sekaligus memastikan generasi muda tumbuh sebagai pribadi yang moderat, inklusif, dan cinta tanah air.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan