lBH Ganta Keadilan Sriwijaya Minta Pangdam dan Kapolda Sumsel Usut Dugaan Penganiayaan Terhadap Buruh
LBH Ganta Keadilan Sriwijaya bersama korban dugaan penganiayaan-Dokumen-
PALEMBANG KORAN RADAR, ID-Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang buruh harian lepas di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, mendapat sorotan serius dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Ganta Sriwijaya.
Lembaga tersebut mendesak pemerintah pusat dan aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas peristiwa yang diduga melibatkan oknum aparat.
Korban yang bernama Epriyansa Putra (35), warga Kelurahan Gelumbang, Kecamatan Gelumbang. Ia diduga menjadi korban kekerasan pada 16 Februari 2026 di Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian punggung dan kepala setelah dipukuli dengan tangan kosong , diterjang dengan kaku dan pemukulan juga dilakukan dengan menggunakan selang.
Juru bicara YLBH Ganta Sriwijaya, M. Syarif Hidayat, meminta perhatian langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, serta Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho.
BACA JUGA:Perkuat Sinergitas, Sekda Sumsel Terima Audiensi Medco Energi dan SKK Migas
Menurutnya, kasus ini tidak hanya menyangkut kekerasan fisik, tetapi juga dugaan perampasan uang milik korban. Ia menegaskan pentingnya penindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami memohon kepada Presiden agar memberikan perhatian serius. Korban adalah warga negara yang diduga mengalami perlakuan tidak manusiawi oleh oknum aparat. Selain penganiayaan, juga ada dugaan perampasan uang,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (1/4/2026).
Ia juga meminta Pangdam II Sriwijaya untuk melakukan evaluasi internal serta menelusuri oknum yang terlibat. Sementara kepada Kapolda Sumsel, pihaknya mendesak agar dilakukan investigasi secara menyeluruh dan transparan.
“Peristiwa ini menunjukkan adanya dugaan tindakan sewenang-wenang. Karena itu, penanganannya harus serius dan terbuka,” tegasnya.
Sementara itu, korban Epriyansa Putra mengungkapkan kronologi kejadian yang dialaminya. Ia mengku awalnya diminta membantu mengurus untuk menjualkan minyak ke Gelumbang karena sebelumnya pernah bekerja di bidang tersebut. Setelah proses pengantaran dan transaksi selesai, lalu kembali ke Gudang di Segayam (Gelumbang, Muaraenim).
Setiba di Gudang Segayam menurut korban sudah banyak orang lalu aku ketemu pelaku yang marah langsung di terjang dan memukul dirinya dengan selang dan dipukul dengan tangan kosong.
“ Lalu tangan aku di ikatnya ke belakang pakai tali , aku tetap di pukul , ditampar lalu akau di bawa ke Gudang depan , sampai kedepan aku suruh bejemur , aku kenal itu pelakunya inisial A sama S, lalu keduanya memukul aku , aku tidak tahu urusan mereka lalu aku di bawa ke mobil mereka lalu dibawa ke Indomaret Talang Taling beli minuman dan aku di paksa merokok oleh pelaku,”kata bapak satu anak ini.
Rombongan A ini menurutnya sempat menelpon ayuk korban dan minta uang pembayaran minyak di kembalikan dan melalui E Bangking uang tersebut di transper ke pelaku Rp 15 juta.