Pondok Pesantren At-Tibyan Buka Pendaftaran Peserta Didik Baru

Ponpes At Ribuan Buka peserta didik baru-Dokumen-

PALEMBANG, KORANRADAR, ID-Pondok Pesantren At-Tibyan membuka pendaftaran santri baru tahun ajaran 2026-2027 dengan kuota terbatas. Hanya 20 santri per jenjang.

Lembaga ini menegaskan fokus pada kualitas pendidikan tahfidz Al-Qur’an dan pembentukan akhlak, bukan sekadar menambah jumlah peserta didik.

PONDOK Pesantren At-Tibyan membuka pendaftaran santri baru tahun ajaran 2026-2027 dengan kuota terbatas. Hanya 20 santri per jenjang.

Lembaga ini menegaskan fokus pada kualitas pendidikan tahfidz Al-Qur’an dan pembentukan akhlak, bukan sekadar menambah jumlah peserta didik.

BACA JUGA:Perkuat Sinergitas, Sekda Sumsel Terima Audiensi Medco Energi dan SKK Migas

Langkah ini terasa kontras, tapi justru dimemilik daya tarik sendiri pasalnya di usia yang baru dua tahun, pesantren yang berlokasi di Desa Dawas/Tanjung Dalam, Kecamatan Keluang,Kabupaten Musi Banyuasin ini tidak tergoda untuk sekadar ‘ramai’, mereka tetap memilih selektif.

Diasuh langsung KH Syarofi Syarkowi, Ponpes At-Tibyan Li Tahfidzil Qur’an resmi membuka pendaftaran santri dan santriwati baru tahun ajaran 2026–2027.

Fokus utamanya  tahfidz Al-Qur’an dan pembentukan akhlak islami. “Kalau terlalu banyak, perhatian ke santri bisa terbagi. Kami ingin setiap anak benar-benar terarah,”ujar Syarofi Rabu 1 April 2026

Ibarat menanam, bukan soal seberapa luas lahan, tapi seberapa serius merawat tiap bibit

.Minat masyarakat terhadap pendidikan berbasis Al-Qur’an sendiri terus meningkat di tengah kekhawatiran orang tua terhadap lingkungan dan perkembangan zaman, pesantren dengan pendekatan tahfidz menjadi pilihan yang makin dilirik. At-Tibyan membaca momentum itu, tapi tidak latah.

BACA JUGA:Pemprov dan Kabupaten/Kota se-Sumsel Serahkan LKPD Unaudited TA 2025 ke BPK RI

Kuota yang dibatasi menjadi semacam filter alami, apalagi  bukan untuk mempersulit, melainkan memastikan proses pendidikan berjalan optimal.

Bahkan setiap santri diharapkan tidak hanya mengejar hafalan, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam keseharian.

Menariknya lagi, di tengah keterbatasan kuota itu, At-Tibyan tetap membuka ruang luas untuk kepedulian sosial.

Lembaga ini menyediakan beasiswa penuh bagi anak yatim piatu dari berbagai daerah, hal itu tentu sebuah langkah yang bukan hanya soal pendidikan, tapi juga bentuk khidmah kepada umat.

Apalagi pesantren itu tidak hanya menjadi tempat belajar, tapi juga ruang harapan,  keterbatasan ekonomi tidak harus menjadi penghalang untuk dekat dengan Al-Qur’an

.Dari sisi kurikulum, At-Tibyan juga tidak berjalan di satu jalur saja. Langkah ini terasa kontras, tapi justru dimemilik daya tarik sendiri pasalnya di usia yang baru dua tahun, pesantren yang berlokasi di Desa Dawas/Tanjung Dalam, Kecamatan Keluang,Kabupaten Musi Banyuasin ini tidak tergoda untuk sekadar ‘ramai’, mereka tetap memilih selektif.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan