Harga Cabai dan Daging Ayam Mulai Turun
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan harga cabai dan daging ayam mulai turun seiring membaiknya pasokan --
KORANRADAR.ID - Kepala Badan Pangan Nasional (Kabapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan harga cabai dan daging ayam mulai turun seiring membaiknya pasokan serta stabilisasi yang dilakukan pemerintah di berbagai daerah.
“Alhamdulillah, harga cabai rawit merah dan daging ayam menunjukkan tren penurunan. Ini buah dari kerja bersama, baik dari sisi pasokan maupun pengawasan distribusi," kata Amran di Jakarta, Senin. 2 Maret 2026.
Dia menyampaikan tren harga dua komoditas pangan strategis pada cabai rawit merah dan daging ayam ras, menunjukkan penurunan signifikan secara nasional.
Ia menyebutkan berdasarkan data Panel Harga Pangan yang dikelola Bapanas periode 23 Februari hingga 1 Maret 2026, harga cabai rawit merah menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan.
BACA JUGA:Pastikan Stok Pangan Terpenuhi Jelang Lebaran
Pada 23 Februari 2026, harga tercatat sebesar Rp77.645 per kilogram (kg), kemudian turun secara bertahap menjadi Rp70.953 per kg pada 1 Maret 2026. Secara kumulatif, terjadi penurunan sekitar 8,62 persen dalam sepekan.
"Tren ini memperlihatkan koreksi harga yang konsisten dan cenderung melandai menjelang awal Maret," ujarnya.
Sementara itu, harga daging ayam ras relatif lebih stabil dengan kecenderungan menurun. Pada 23 Februari 2026 harga berada di Rp41.293 per kg dan perlahan bergerak turun hingga Rp40.767 per kg pada 1 Maret 2026, atau terkoreksi sekitar 1,27 persen.
Pola itu menunjukkan harga daging ayam ras berada dalam kondisi stabil dengan fluktuasi yang terkendali.
Amran menegaskan tren penurunan itu merupakan hasil dari penguatan koordinasi lintas kementerian/lembaga melalui intensifikasi pengawasan Satgas Saber Pelanggaran Pangan di lapangan.
BACA JUGA:PTBA Kolaborasikan Bantuan Pangan dan Edukasi Gizi Pola Makan Sehat
BACA JUGA:Kedaulatan Pangan OKU Timur Diapresiasi Pemerintah Pusat
"Kami pastikan stabilitas harga dan pasokan terus dijaga. Sidak pasar akan terus dilakukan, dan tidak boleh ada pelaku usaha yang mempermainkan harga pangan,” tegas Amran.