Air PDAM Tirta Betuah Bau dan Kotor, Warga Bakal Lakukan Somasi,Demontrasi Hingga Gugatan Class Action
Tampak air disalah satu rumah warga Kenten Laut-Dokumen-
PALEMBANG, KORAN RADAR, ID- Warga di wilayah Kenten Laut dan sekitarnya, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, mengeluhkan buruknya pelayanan air bersih dari PDAM Tirta Betuah.
beberapa pekan terakhir, air yang mengalir ke rumah-rumah disebut keruh dan berwarna hitam pekat, berbau busuk, serta sering tidak mengalir sama sekali. Rata2 sebulan hanya 3 kali saja mengalir. Dan saat mengalir hamya 3 jam. Air tersebut dinilai tidak layak untuk digunakan warga.
Dedison (51) warga Griya damai indah, kelurahan Kenten Kecamatan Talang Kelapa akan segara melakukan somasi karena persoalan air bersih tidak kunjung selesai padahal banyuasin adalah kabupaten yang sudah lama berdiri.
"Kami akan melakukan somasi terhadap pemkab Banyuasin dan akan melakukan akan demontrasi," jika perlu, Kata Dedison, Minggu 22 februari 2026.
BACA JUGA:Bersama 479 Anak Yatim, RDPS Gelar Tasyakuran Satu Tahun Kepemimpinan
Pihaknya mempertanyakan kenapa PDAM Tirta Betah tidak ada anggaran untuk membenahi pelayanan air bersih yang dinilai buruk. Padahal Pemkab membangun jalan, rumah dinas dan lainnya. Sedangkan untuk membangun PDAM tirta Betuah tidak ada panggaran.
"Kalau dialokasikan secara bertahap tentu PDAM ini akan dapat memberikan pelayanan kepada warga karena air ini kebutuhan sehari-hari," Ujarnya.
Justru pihaknya kecewa karena pemkab tidak menjadikan kebutuhan air bersih menjadi Prioritas.
Sementara itu, warga Perumahan Griya Damai Indah, Polygon, Taman Sari I dan perumahan Taman sari II. Mereka mengaku kondisi tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari kebutuhan memasak hingga sanitasi.
“Airnya hitam dan baunya menyengat. Tidak berani dipakai untuk mandi apalagi konsumsi. Kadang berhari-hari juga tidak mengalir,”kata Adi.
Menurut warga, persoalan ini bukan baru terjadi. Namun dalam beberapa waktu terakhir kualitas air dinilai semakin memburuk. Sebagian warga terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Mutadin, salah satu Ketua RT di perumahan Griya Damai Indah menyebut sudah berulang kali laporan disampaikan kepada pihak pengelola air, tetapi belum ada perbaikan signifikan. “Kami berharap ada tindakan nyata, bukan sekadar janji,” ujarnya.
Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan anggota DPRD Kabupaten Banyuasin segera turun tangan. Mereka meminta dilakukan pemeriksaan kualitas air serta evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan perusahaan daerah tersebut.
“Kami ini pelanggan yang rutin membayar. Tapi yang kami dapat air yang keruh ke hitaman dan bau air jauh dari layak pakai,” jelas warga lainnya yang memvideokan kondisi air keruh berbau busuk yang keluar.