Kemenag Sumsel Sampaikan Tausiyah Jelang Berbuka di Masjid Agung Palembang

Kakanwil Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan, hadir memberikan tausiyah menjelang berbuka puasa di Masjid Agung yang disiarkan secara langsung melalui RRI Palembang.--

PALEMBANG, KORANRADAR.ID – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo Palembang pada Jumat sore (20/02/2026).

Kakanwil Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan, hadir memberikan tausiyah menjelang berbuka puasa yang disiarkan secara langsung melalui RRI Palembang.

Dalam tausiyah bertajuk "Ramadan; Madrasah Taqwa", Syafitri menekankan bahwa bulan suci ini bukan sekadar rutinitas tahunan menahan lapar dan haus, melainkan sebuah institusi pendidikan ruhani yang dirancang oleh Allah SWT untuk membentuk karakter manusia.

Ramadan Sebagai Sekolah Kehidupan

Syafitri menjelaskan analogi Ramadan sebagai sebuah "Madrasah" (sekolah) karena memiliki elemen pendidikan yang lengkap.

BACA JUGA:Pantau Hilal, Kakanwil Kemenag Sumsel Sampaikan Pesan Kerukunan

BACA JUGA:Sambut Ramadan, Kakanwil Kemenag Sumsel Pimpin Gerakan Bersih-Bersih Masjid Serentak se-Sumsel

  • Tujuan Pembelajaran: Mencapai derajat taqwa sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Baqarah: 183.
  • Proses Latihan: Melatih pengendalian diri, kesabaran, dan empati sosial.
  • Ujian: Menahan hawa nafsu dan konsistensi dalam ibadah.
  • Hasil/Kelulusan: Menjadi pribadi yang lebih bersih, tenang, dan dekat dengan Sang Pencipta.

"Taqwa adalah kesadaran penuh bahwa Allah selalu melihat kita. Bukan sekadar rasa takut, tapi cinta dan ketaatan yang lahir dari hati yang sadar,” ujar Syafitri di hadapan jamaah dan pendengar setia RRI.

Perbedaan Shaum dan Shiyam

Dalam materinya, Kakanwil juga membedah makna bahasa dalam Al-Qur'an. Ia menjelaskan perbedaan antara istilah Shaum dan Shiyam.

Shaum memiliki makna luas, yakni menahan diri secara umum, baik dari perkataan maupun perbuatan (seperti yang dilakukan Siti Maryam). 

Sedangkan Shiyam lebih spesifik merujuk pada ibadah puasa wajib di bulan Ramadhan yang diatur dalam syariat Islam.

Menutup tausiyahnya, Syafitri mengajak umat Muslim untuk meluruskan niat (Ikhlasun Niat) agar puasa tidak menjadi ritual yang sia-sia. 

BACA JUGA:KIP Award 2025: Kanwil Kemenag Sumsel Raih Predikat Informatif dengan Nilai 99,20

BACA JUGA:Kemenag Sumsel Perkuat Keterbukaan Informasi, Luncurkan AIOHUMAS 3.0 dan Gelar Anugerah Kehumasan 2026

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan