BTN Jaga Kepercayaan Pasar di Tengah Koreksi Outlook Kredit Moody’s
Gelaran BTN Expo 2026 yang berlangsung di Jakarta--
JAKARTA, KORANRADAR.ID – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menegaskan komitmennya menjaga kepercayaan pasar dan investor di tengah koreksi outlook kredit oleh lembaga pemeringkat internasional Moody’s Ratings. Perseroan memastikan bahwa fundamental keuangan BTN tetap solid dan berada pada level yang sehat, meski outlook kredit Indonesia dan sejumlah bank besar nasional disesuaikan dari stabil menjadi negatif.
Corporate Secretary BTN, Ramon Armando, mengatakan bahwa penurunan outlook tidak mengubah posisi BTN yang masih berada pada level investment grade. Menurutnya, kondisi fundamental perseroan tetap terjaga dengan baik, baik dari sisi permodalan, likuiditas, maupun kualitas aset.
“Kendati outlook BTN diturunkan, BTN tetap memiliki credit rating di level investment grade dengan fundamental keuangan yang tetap terjaga, baik dari sisi permodalan, likuiditas, maupun kualitas aset,” ujar Ramon, Senin (9/2/2026).
Ia menegaskan, BTN akan terus menjalankan strategi bisnis secara prudent dengan menyalurkan kredit secara selektif dan terukur. Langkah tersebut ditopang oleh pengelolaan risiko yang hati-hati guna memastikan stabilitas kinerja keuangan sekaligus menjaga kepercayaan pasar di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan.
Selain itu, BTN juga berkomitmen meningkatkan kualitas kredit melalui penerapan manajemen risiko yang ketat serta penguatan proses bisnis yang lebih cermat dan disiplin. Upaya tersebut dilakukan agar pertumbuhan bisnis tetap berkelanjutan tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.
“Perseroan akan terus memperkuat proses bisnis yang terukur dan disiplin, sehingga kualitas aset tetap terjaga dan kinerja keuangan dapat tumbuh secara sehat,” jelasnya.
BTN turut mengapresiasi langkah pemerintah dan regulator yang memberikan berbagai stimulus fiskal dan moneter guna mendukung industri perbankan nasional. Dukungan tersebut dinilai sangat penting dalam membantu perbankan menjalankan fungsi intermediasi secara optimal, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“BTN mengapresiasi dukungan pemerintah dan regulator melalui stimulus fiskal dan moneter untuk membantu perbankan mengoptimalkan fungsi intermediasinya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan sehat ke depan,” kata Ramon.
Sebagaimana diketahui, pada Kamis (5/2/2026), Moody’s Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level Baa2, satu tingkat di atas batas investment grade. Namun, lembaga pemeringkat asal Amerika Serikat tersebut menyesuaikan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif. Penyesuaian ini berdampak pada perubahan outlook kredit dari stabil menjadi negatif terhadap lima bank besar nasional, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan BCA, serta sejumlah perusahaan nonkeuangan pada Jumat (6/2/2026).
Meski demikian, Bank Indonesia menilai penyesuaian outlook tersebut tidak mencerminkan pelemahan fundamental perekonomian nasional. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan bahwa kinerja ekonomi domestik masih solid di tengah tingginya ketidakpastian global.
Menurutnya, stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga dengan baik, ditopang oleh likuiditas yang memadai, permodalan perbankan yang berada pada level tinggi, serta risiko kredit yang relatif rendah.
Moody’s sendiri menyebutkan bahwa outlook kredit perusahaan-perusahaan tersebut dapat kembali menjadi stabil apabila prospek sovereign credit Indonesia kembali stabil dan kondisi fundamental perusahaan tidak mengalami perubahan signifikan.
Dengan berbagai langkah penguatan fundamental dan manajemen risiko yang konsisten, BTN optimistis mampu menjaga stabilitas kinerja sekaligus mempertahankan kepercayaan pasar di tengah tantangan ekonomi global yang terus berkembang.