Sambut Tahun Kuda Kayu 2026, Kelenteng Seng Kang Bio Gandus Gelar Ritual Tutup Tahun
Ketua Kelenteng Seng Kang Bio, Frans, yang didampingi oleh Eko (Ketua Locu) dan Michael Wijaya SM (Humas) saat diwawancarai--
PALEMBANG, KORANRADAR.ID – Menjelang pergantian tahun Imlek, Kelenteng Seng Kang Bio yang berlokasi di kawasan Gandus, Palembang, menggelar ritual tutup tahun dengan khidmat pada Minggu, 8 Februari 2026.
Ritual ini merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan sebagai bentuk syukur dan permohonan doa bagi keselamatan serta kesejahteraan seluruh umat.
Ungkapan Syukur Atas Rezeki di Tahun Ular 2025
Ketua Kelenteng Seng Kang Bio, Frans, yang didampingi oleh Eko (Ketua Locu) dan Michael Wijaya SM (Humas), menjelaskan bahwa esensi dari ritual tutup tahun ini adalah ungkapan terima kasih kepada Yang Maha Kuasa.
“Ritual ini bertujuan untuk mengucapkan terima kasih atas segala rezeki yang diberikan selama Tahun Ular 2025. Kami juga berdoa agar di Tahun Kuda Kayu 2026 ini, kita semua diberikan rezeki yang melimpah, kesehatan, serta dijauhkan dari segala mara bahaya,” ujar Frans.
BACA JUGA:Sambut Imlek, Ketua Kelenteng Marga Tan Arifin Makmur Gelar Khokun
BACA JUGA:Targetkan 210 Kantong Darah, Kelenteng Marga Tan Palembang Gelar Aksi Kemanusiaan
BACA JUGA:Kelenteng Wie Ceng Keng Gelar Ritual Be Ge
Prosesi Ritual: Dari Thien hingga Khokun
Rangkaian prosesi ibadah dimulai tepat pada pukul 10.00 WIB. Berikut adalah tahapan ritual yang dilaksanakan di Kelenteng Seng Kang Bio:
-
Ritual kepada Thien (Tuhan YME): Sebagai pembuka prosesi ibadah.
-
Ritual kepada Dewi Mazu: Penghormatan kepada dewi utama kelenteng.
-
Ritual Khokun: Upacara persembahan kepada prajurit Dewa.
Setelah seluruh rangkaian ritual selesai, acara dilanjutkan dengan jamuan makan sederhana bersama para pengurus dan umat yang hadir untuk mempererat tali silaturahmi.
Mengenal Kelenteng Seng Kang Bio Gandus
Perlu diketahui, Kelenteng Seng Kang Bio dikenal masyarakat sebagai tempat ibadah dengan Dewi Mazu sebagai dewa utamanya.
“Biasanya saat hari ulang tahun Dewi Mazu, perayaan digelar dengan sangat meriah dan mengundang banyak umat dari berbagai penjuru,” pungkas Frans. (sep)