KWT Mekar Arum Sukses Panen Perdana Melon Lewat Program Srikandi Movement
Srikandi PLN UIP Sumbagsel turut memetik melon secara langsung bersama anggota KWT sebagai bentuk dukungan dan keterlibatan aktif dalam Program Srikandi Movement. --
OKU TIMUR, KORANRADAR.ID – Program pemberdayaan perempuan yang diinisiasi PT PLN (Persero) melalui Srikandi PLN UIP Sumbagsel kembali menunjukkan hasil nyata. Melalui kegiatan Panen Perdana Melon Premium bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Arum. Berlokasi di Green House Desa Karang Manik, Kecamatan Belitang II, Kabupaten OKU Timur, pada Senin (2/2).
Kegiatan panen perdana ini dihadiri oleh Srikandi PLN UIP Sumbagsel, perwakilan Pemerintah Kabupaten OKU Timur, pengurus paguyuban KWT, pemerintah desa, serta masyarakat sekitar. Panen ini menjadi tonggak penting sebagai hasil pendampingan dan penguatan kapasitas KWT yang telah dilakukan sejak peluncuran Program Srikandi Movement 2025.
Ketua KWT Mekar Arum, Tati Wijiati, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut. Tati menjelaskan bahwa panen melon premium ini menjadi bukti nyata bahwa kelompoknya mampu berkembang dan menghasilkan produk pertanian berkualitas. “Hari ini kami bisa memanen melon hasil kerja bersama. Dukungan PLN melalui Srikandi Movement memberikan semangat dan kepercayaan diri bagi kami sebagai perempuan desa untuk terus belajar, berusaha dan menghasilkan produk yang bernilai ekonomi,” ujar Tati.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Desa Karang Manik, Widiono, mengapresiasi komitmen PLN yang secara konsisten mendampingi masyarakat desa, khususnya perempuan, melalui program yang berkelanjutan dan berdampak langsung.
“Program ini bukan hanya membangun greenhouse, tetapi juga membangun semangat dan kemandirian masyarakat. Panen perdana ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara PLN, KWT dan Pemerintah Desa mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ungkap Widiono.
BACA JUGA:PLN Optimalkan Pemanfaatan FABA PLTU
BACA JUGA:Peringati HUT ke-22, Pemda Kepahiang dan PLN Eksplorasi Potensi Geothermal 110 MW di Bukit Hitam
BACA JUGA:PLN UP3 Lahat Gandeng Kejari Atasi Masalah Hukum dan Pelayanan
Dalam kegiatan tersebut, Srikandi PLN UIP Sumbagsel turut melakukan panen secara langsung bersama anggota KWT dan masyarakat. Kebun melon yang dikelola KWT Mekar Arum saat ini memiliki sekitar 1.000 batang tanaman melon, serta ditanami berbagai komoditas hortikultura lainnya seperti cabai merah keriting, selada, dan pare.
Srikandi PLN Champion UIP Sumbagsel, Eka Fretti Anavilam menjelaskan bahwa panen perdana ini merupakan bagian dari output nyata Program Srikandi Movement 2025 yang berfokus pada pemberdayaan perempuan secara berkelanjutan. “Kami ingin memastikan bahwa program ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar menghasilkan dampak. Panen melon premium ini menjadi bukti bahwa perempuan desa memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi keluarga dan lingkungan sekitar,” jelas Eka.
Eka menambahkan, keterlibatan langsung masyarakat dalam kegiatan petik melon juga menjadi sarana edukasi dan promosi hasil pertanian lokal, sekaligus membuka peluang pengembangan wisata berbasis pertanian di desa.
Sementara itu, General Manager PLN UIP Sumbagsel, Zaky Adikta, dalam kesempatan terpisah menegaskan bahwa keberhasilan KWT Mekar Arum merupakan cerminan komitmen PLN dalam menjalankan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berdampak nyata. “PLN tidak hanya hadir membangun infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga berkomitmen memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Melalui Srikandi Movement, kami ingin menghadirkan energi semangat dan peluang bagi perempuan desa agar semakin mandiri dan berdaya,” ujar Zaky.
Menurut Zaky, penguatan peran perempuan melalui sektor pertanian produktif sejalan dengan upaya PLN dalam mendukung ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi lokal serta pembangunan berkelanjutan. Melalui panen perdana ini, PLN berharap KWT Mekar Arum dapat terus berkembang sebagai kelompok usaha perempuan yang mandiri, inovatif dan berdaya saing, sekaligus menjadi contoh praktik baik pemberdayaan masyarakat desa berbasis kolaborasi dan keberlanjutan. (sep)