Persaingan Apple dan Samsung Memanas
Pasar smartphone global menunjukkan taji pada tahun 2025. Berdasarkan riset terbaru dari Omdia, pengiriman ponsel dunia tumbuh 2% secara tahunan (YoY) mencapai 1,25 miliar unit. Ini merupakan angka tertinggi sejak tahun 2021.--
Oppo Terlempar ke Posisi Buncit Pasar HP Dunia 2025
JAKARTA, KORANRADAR.ID – Pasar smartphone global menunjukkan taji pada tahun 2025. Berdasarkan riset terbaru dari Omdia, pengiriman ponsel dunia tumbuh 2% secara tahunan (YoY) mencapai 1,25 miliar unit. Ini merupakan angka tertinggi sejak tahun 2021.
Meskipun ekonomi global masih fluktuatif, laporan bertajuk "Smartphone Market Pulse: 2025" mengungkap dinamika menarik di posisi lima besar vendor dunia, di mana dua raksasa HP terus bersaing ketat sementara beberapa brand mulai melambat.
Apple Cetak Rekor Sejarah, Samsung Membayangi Ketat
Apple berhasil mempertahankan mahkotanya sebagai raja smartphone dunia. Sepanjang 2025, pengiriman iPhone melonjak 7% hingga menyentuh 240,6 juta unit, sebuah rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pimpinan Tim Cook tersebut.
Kesuksesan ini didorong oleh permintaan tinggi terhadap seri iPhone 17, khususnya di pasar China Daratan yang mencatat pertumbuhan fantastis sebesar 26%.
Di posisi kedua, Samsung menunjukkan kebangkitan yang signifikan. Setelah tiga tahun berturut-turut mengalami tren negatif, Samsung akhirnya tumbuh 7% di tahun 2025. Jarak pengiriman antara Samsung dan Apple kini terpaut sangat tipis, berkat performa solid dari:
* Seri Flagship: Galaxy S dan Galaxy Z (Foldable).
* Segmen Entry-Level: Pemulihan pada seri mainstream yang kembali diminati pasar.
Nasib Oppo dan Vivo: Siapa yang Unggul?
Pergeseran menarik terjadi di papan tengah. Untuk pertama kalinya, Vivo berhasil menggeser posisi pesaingnya dan duduk di peringkat keempat dengan pengiriman 105,3 juta unit.
Sebaliknya, Oppo harus rela berada di posisi buncit dalam daftar lima besar. Berikut adalah data pengiriman 5 besar vendor HP dunia tahun 2025:
Peringkat Vendor Pengiriman (Unit) Tren Tahunan (YoY)
1 Apple 240,6 Juta +7%