Kolaborasi KBI–SCash Perkuat Akses UMKM Desa ke Pasar Komoditas Nasional
Penandatanganan kerja sama antara PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI), PT Karya Jasa Internasional, dan SCash di Jakarta.--
JAKARTA, KORANRADAR.ID – PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI), perusahaan jasa keuangan anggota holding BUMN Danareksa, menjalin kolaborasi strategis dengan SCash, perusahaan teknologi asal Singapura, untuk memperkuat akses UMKM dan koperasi desa ke pasar komoditas nasional yang terstruktur dan berkelanjutan.
Kemitraan ini menjadi langkah konkret dalam mendukung revitalisasi usaha berbasis komoditas, khususnya yang dikelola oleh pelaku usaha desa dan koperasi. Kolaborasi tersebut menggabungkan kapabilitas teknologi SCash dengan peran strategis KBI sebagai BUMN yang bertanggung jawab atas kliring, penjaminan, penyelesaian transaksi, serta tata kelola sistem perdagangan komoditas di Indonesia.
CEO SCash, Michael Lee Eng Yew, mengatakan kerja sama ini tidak sekadar menghadirkan platform teknologi, tetapi juga mendorong partisipasi ekonomi riil melalui sinergi dengan institusi nasional yang kredibel serta mitra ekosistem lokal.
“Kolaborasi ini bertujuan memastikan pelaku UMKM, koperasi, dan wirausaha desa dapat berpartisipasi secara aman dan efektif dalam pasar komoditas yang terstruktur, khususnya di sektor pertanian dan ekonomi berbasis komunitas,” ujar Michael dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Ia menjelaskan, UMKM mencakup hampir 99 persen dari total unit usaha di Indonesia dan melibatkan jutaan pelaku usaha komoditas di desa. Namun, sebagian besar masih menghadapi keterbatasan akses terhadap infrastruktur digital, tata kelola yang memadai, serta pasar yang transparan dan terorganisasi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, SCash menjalin kerja sama dengan PT Kliring Perdagangan Berjangka Indonesia (KPBI) sebagai anak usaha KBI, bersama PT Karya Jasa Internasional, Asosiasi Pengusaha Usaha Desa Indonesia (APUDSI), serta PT Daya Teknologi Nusantara dalam pengembangan dan pemanfaatan Sistem Resi Gudang (SRG).
Melalui integrasi sistem dan dukungan para mitra strategis, ekosistem resi gudang diharapkan semakin mudah diakses oleh pelaku usaha desa, sekaligus meningkatkan efisiensi dan nilai tambah komoditas lokal.
Michael menegaskan, SCash memposisikan diri sebagai mitra ekosistem jangka panjang dengan menyediakan solusi teknologi yang mampu menghidupkan kembali usaha berbasis komoditas agar beroperasi secara lebih berkelanjutan, efisien, dan transparan.
Kerja sama KBI dan SCash ini juga sejalan dengan agenda Pemerintah Indonesia dalam memperkuat perekonomian desa, memperluas inklusi UMKM, serta membangun tata kelola komoditas nasional yang modern dan berdaya saing.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan pelaku usaha desa dan koperasi tidak tertinggal dalam perkembangan ekonomi nasional, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi berbasis komoditas dari tingkat akar rumput,” tutup Michael Lee Eng Yew.