Disdik - BNN Prabumulih MoU Perkuat Kurikulum Anti Narkoba di Sekolah
SEPAKAT: BNN Kota Prabumulih, bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih menggelar Rapat Monitoring Hasil Tindak Lanjut Nota Kesepahaman (MoU), kemarin di Ruang Rapat Dinas Pendidikan Kota Prabumulih.--
PRABUMULIH, KORANRADAR.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Prabumulih, bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih menggelar Rapat Monitoring Hasil Tindak Lanjut Nota Kesepahaman (MoU), kemarin di Ruang Rapat Dinas Pendidikan Kota Prabumulih.
Agenda rapat monitoring ini dilaksanakan sebagai bentuk evaluasi dan penguatan kerja sama kedua belah pihak.
Kerja sama antara BNN dan Dinas Pendidikan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, terus digalakkan di lingkungan satuan pendidikan, khususnya di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kepala BNN Kota Prabumulih, AKBP Pauzia SP MSi, melalui Penyuluh BNN Kota Prabumulih, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini, bertujuan memastikan implementasi MoU berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan
"Monitoring ini penting untuk melihat sejauh mana hasil tindak lanjut MoU yang telah disepakati bersama, khususnya dalam pencegahan narkoba di lingkungan sekolah,” ujar AKBP Pauzia.
Rapat dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Prabumulih, Benny Saputra SPd MSi.
Ia menekankan, peran kepala sekolah sangat strategis dalam menyukseskan program pencegahan narkoba di sekolah masing-masing.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih, A. Darmadi SPd MSj dalam pengantarnya menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus bersinergi dengan BNN dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan sehat.
"Sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga tempat pembentukan karakter. Pencegahan narkoba harus dimulai dari dunia pendidikan,” tutur Darmadi.
Pada sesi pemaparan materi, M . Satrio, SKM dan Yulia Puspita Sari, SH MSi menyampaikan materi terkait Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) agar dipahami bersama.
Materi tersebut mencakup konsep, strategi, serta contoh penerapan kurikulum anti narkoba dalam kegiatan pembelajaran.
Menurut pemateri, integrasi kurikulum anti narkoba diharapkan mampu meningkatkan kesadaran siswa akan bahaya narkoba sejak dini serta membangun ketahanan diri pelajar terhadap pengaruh negatif di lingkungannya
Kegiatan rapat monitoring ini diikuti oleh 20 Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan swasta di Kota Prabumulih. Para peserta terlihat aktif mengikuti diskusi dan menyampaikan berbagai masukan terkait penerapan program di sekolah. (and)