Kunjungi Pangkalan Lampam, Danrem 044/Gapo Kawal Program Cetak Sawah 2026

Danrem 044/Gapo mendampingi Irjen I Kementerian Pertanian RI, saat kunjungan kerja peninjauan Rencana Program Akselerasi Tanam dan Areal (RPATA) Cetak Sawah Tahun 2026 di Provinsi Sumatera Selatan di Desa Pangkalan Lampam, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabu--

OKI, KORANRADAR.ID – Komando Resor Militer (Korem) 044/Garuda Dempo menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Adri Koesdyanto mendampingi Inspektur Jenderal I Kementerian Pertanian RI Andi Asmara beserta rombongan dalam kunjungan kerja peninjauan Rencana Program Akselerasi Tanam dan Areal (RPATA) Cetak Sawah Tahun 2026 di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Kegiatan peninjauan dilaksanakan di Desa Pangkalan Lampam, Kecamatan Pangkalan Lampam, Jumat (30/1/2026), dengan menyasar sejumlah lokasi cetak sawah rakyat yang memiliki potensi pengembangan pertanian padi.

Adapun wilayah yang menjadi lokasi peninjauan meliputi Desa Keman Baru, Desa Sepang Ulak Pianggu, Desa Ulak Kemang, Desa Ulak Kemang Baru, Desa Deling, Desa Pangkalan Lampam, dan Desa Sungai Bungin.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan meninjau Desa Deling yang memiliki potensi lahan seluas sekitar 664 hektare dengan kondisi kedalaman air mencapai 3,5 meter. Di wilayah ini belum terdapat aliran sungai besar, sehingga dibutuhkan pembangunan saluran air sebagai penunjang kegiatan cetak sawah.

Selain itu, kawasan tersebut juga kerap mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau. Dengan terealisasinya program cetak sawah, diharapkan selain meningkatkan produksi pangan, juga mampu menekan potensi karhutla serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.

Sementara itu, di Desa Pangkalan Lampam dan Desa Sungai Bungin terdapat potensi lahan seluas sekitar 2.332 hektare yang saat ini masih dalam kondisi tergenang air. Kondisi muka air yang masih tinggi menjadi salah satu kendala utama dalam pelaksanaan pekerjaan cetak sawah di lapangan.

Meski demikian, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), muka air diperkirakan mulai surut pada Februari mendatang. Oleh karena itu, pekerjaan cetak sawah akan dikejar dan dimaksimalkan saat kondisi lapangan sudah memungkinkan.

Danrem 044/Gapo bersama rombongan berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah serta perusahaan yang berada di sekitar lokasi untuk membantu mengalirkan air yang menggenangi lahan ke sungai, sehingga proses pengerjaan cetak sawah dapat berjalan lancar tanpa hambatan.

“Babinsa dan perangkat yang terlibat dalam pengawasan di lapangan merupakan mitra yang selalu semangat dan memiliki jiwa petarung,” ujar Brigjen TNI Adri Koesdyanto.

Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara TNI, Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mengawal dan mempercepat program cetak sawah rakyat sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan