Tembus Pasar Amerika Latin, Karantina Sumsel Kawal Ekspor 95.400 Benih Sawit ke Peru

Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan (Karantina Sumsel) melakukan pemeriksaan dan sertifikasi terhadap 95.400 butir benih kelapa sawit yang akan diekspor ke Peru melalui Satuan Pelayanan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin--

PALEMBANG, KORANRADAR.ID  – Komoditas perkebunan Sumatera Selatan kembali melebarkan sayap ke pasar internasional. Kali ini, sebanyak 95.400 butir benih kelapa sawit unggul diberangkatkan menuju Peru melalui Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, pada Minggu (18/01).

Keberangkatan benih bernilai tinggi ini dikawal ketat oleh Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan (Karantina Sumsel). Petugas melakukan pemeriksaan intensif untuk memastikan seluruh benih memenuhi standar protokol kesehatan tumbuhan yang ditetapkan oleh negara tujuan.

Jaminan Bebas Hama dan Penyakit

Kepala Karantina Sumatera Selatan, Sri Endah Ekandari, menekankan bahwa kualitas teknis adalah harga mati untuk menjaga kepercayaan pasar global. Fokus utama pemeriksaan kali ini adalah memastikan benih bebas dari jamur Marasmius sp., salah satu Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) yang dipersyaratkan ketat oleh otoritas Peru.

"Karantina Sumsel berkomitmen memastikan setiap komoditas ekspor memenuhi persyaratan kesehatan tumbuhan. Ini bukan sekadar prosedur, melainkan kunci untuk menjaga martabat dan kepercayaan internasional terhadap produk pertanian Indonesia," ujar Sri Endah.

BACA JUGA:Sinergi Karantina Sumsel Dan DKPP Dorong Telur Ayam Banyuasin Tembus Pasar Singapura

BACA JUGA:Pemprov Sumsel dan Badan Karantina Indonesia Perkuat Kolaborasi

Pemeriksaan yang dipimpin oleh Analis Perkarantinaan Tumbuhan Ahli Muda, Anggie Kharisma Midhariani, meliputi:

  • Verifikasi Administrasi: Kesesuaian dokumen dan import permit dari Peru.

  • Pemeriksaan Fisik: Pengecekan kondisi visual benih secara menyeluruh.

  • Uji Laboratorium: Pengujian kesehatan untuk mendeteksi keberadaan hama penyakit.

Layanan Ekspor Lebih Cepat dengan Sistem Digital

Tidak hanya ketat dalam pengawasan, Karantina Sumsel juga memberikan kemudahan bagi pelaku usaha melalui sistem Single Submission Quarantine Customs (SSmQC). Sistem terintegrasi ini dirancang untuk mempercepat proses birokrasi, sehingga layanan ekspor menjadi lebih transparan dan efisien.

"Kami memastikan benih yang dikirim aman, sehat, dan sesuai ketentuan internasional. Dengan sinergi antara kepatuhan eksportir dan profesionalisme petugas, kami optimis daya saing ekspor Sumsel akan terus meningkat," tutup Sri Endah.

Melalui keberhasilan ekspor ini, Karantina Sumsel terus membuktikan perannya sebagai garda terdepan dalam melindungi sumber daya hayati sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi nasional di pasar global.

 


Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan