Waspada! Musim Hujan Hingga Februari 2026: Ini Daftar Wilayahnya
Ilustrasi musim hujan--
KORANRADAR.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan serius bagi masyarakat Indonesia. Saat ini, sebagian besar wilayah Tanah Air sedang berada dalam fase puncak intensitas hujan tertinggi yang diprediksi akan berlangsung hingga Februari 2026.
Meningkatnya curah hujan ini dipicu oleh fenomena La Niña lemah yang menambah pasokan uap air, sehingga pembentukan awan hujan menjadi jauh lebih intens dibandingkan periode biasanya.
Daftar Wilayah di Titik Puncak Musim Hujan (Januari 2026)
Berdasarkan data terbaru dari Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, terdapat enam kawasan besar yang saat ini tengah diguyur hujan dengan intensitas maksimal:
Seluruh Pulau Jawa: Dari ujung barat hingga timur sedang mengalami intensitas tertinggi. Khusus Jawa Tengah dan Jawa Timur, kondisi ini diperkirakan bertahan hingga Maret.
Sumatera Bagian Selatan: Mencakup Sumatera Selatan, Lampung, dan Bengkulu dengan curah hujan yang sangat pekat.
Bali dan Nusa Tenggara: Periode puncak yang disertai potensi angin kencang dan petir.
Sulawesi Selatan: Beberapa kabupaten diprediksi menerima curah hujan sangat ekstrem (di atas 500 mm/bulan) pada Februari mendatang.
Papua Bagian Selatan: Mengalami curah hujan maksimal, bahkan beberapa wilayah di Papua berpotensi hujan sepanjang tahun.
BACA JUGA:Info Pemadaman Listrik Palembang 19–21 Januari 2026: Cek Wilayah dan Jadwalnya
BACA JUGA:Ratu Dewa Resmikan PLTS di Masjid Agung, Berhasil Hemat Biaya Listrik Sampai 24 Juta Pertahun
Prediksi Akhir Musim Hujan 2026
Meski puncak terjadi di awal tahun, BMKG memproyeksikan bahwa musim hujan 2025/2026 secara umum baru akan berakhir pada April 2026.
"Setelah periode April, wilayah Indonesia baru akan memasuki masa transisi atau pancaroba menuju musim kemarau," tulis laporan BMKG.
Penting untuk dicatat bahwa pola hujan di Indonesia tidak seragam. Jika Jawa dan Sulawesi baru mencapai puncak sekarang, wilayah Sumatera bagian utara dan Kalimantan justru sudah melewati puncaknya pada akhir 2025 lalu. Bahkan, wilayah pesisir timur Aceh, Riau, dan Jambi sudah mulai memasuki musim kemarau di awal 2026 ini.
Ancaman Bencana Hidrometeorologi
BMKG menetapkan status waspada untuk 27,6% wilayah Indonesia (sekitar 193 Zona Musim) yang diprediksi mengalami curah hujan di atas normal. Kondisi ini meningkatkan risiko:
Banjir dan banjir bandang.
Tanah longsor di wilayah perbukitan.
Pohon tumbang akibat angin kencang.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca real-time melalui aplikasi Info BMKG atau situs resmi cuaca.bmkg.go.id guna memitigasi risiko bencana selama puncak musim basah ini berlangsung.
Cara Cek Informasi Cuaca Real-time
Agar selalu siap menghadapi kondisi cuaca yang berubah-ubah, pastikan Anda mengetahui informasi seputar prediksi cuaca terkini.
BMKG menyediakan layanan pemantauan yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Berikut dua cara mudah untuk memantau prakiraan cuaca secara real-time:
Melalui Situs Web BMKG:
Buka browser dan kunjungi alamat cuaca.bmkg.go.id
Pilih lokasi yang ingin Anda ketahui kondisinya berdasarkan kota atau kabupaten
Sistem akan menampilkan informasi lengkap meliputi suhu, kelembapan, kecepatan angin, dan peluang hujan
Anda juga bisa melihat prakiraan harian hingga beberapa hari ke depan
Melalui Aplikasi Info BMKG:
Unduh aplikasi Info BMKG secara gratis di Play Store atau App Store
Pasang dan buka aplikasi, kemudian aktifkan akses lokasi agar sistem menampilkan informasi sesuai posisi Anda
Pilih menu “Cuaca” untuk melihat prakiraan real-time, termasuk cuaca harian, mingguan, dan potensi cuaca ekstrem
Aktifkan notifikasi peringatan dini agar Anda mendapat alert saat ada potensi cuaca berbahaya
Informasi cuaca yang akurat dan terkini sangat membantu dalam merencanakan aktivitas sehari-hari, terutama bagi mereka yang sering beraktivitas di luar ruangan.
Dengan memantau prakiraan cuaca secara rutin, Anda dapat mengambil langkah pencegahan lebih dini dan menghindari risiko yang tidak diinginkan selama musim penghujan berlangsung.