Ditekan Trump, Kanada Pilih Perkuat Hubungan Dagang dengan China

Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Balai Besar Rakyat di Beijing, China, Jumat (16/1/2026).--

KORANRADAR.ID - Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan sekutu terdekatnya, Kanada, memasuki babak baru yang penuh ketegangan. Sejak Donald Trump kembali menduduki kursi kepresidenan untuk masa jabatan kedua, kebijakan proteksionis Washington mulai mendorong Kanada untuk berpaling ke arah Timur.

Ketegangan ini mencapai puncaknya saat Perdana Menteri Kanada yang baru, Mark Carney, melakukan kunjungan bersejarah ke Beijing untuk bertemu Presiden China Xi Jinping di Balai Besar Rakyat, Jumat (16/1/2026).

Tekanan Trump dan Redesain Ekonomi Kanada

Selama ini, Amerika Serikat adalah "napas" bagi ekonomi Kanada dengan menyerap 76% total ekspor negara tersebut. Namun, Trump tak segan-segan mengancam tarif tinggi terhadap produk Kanada, bahkan secara kontroversial sempat melontarkan gagasan bahwa Kanada bisa menjadi "negara bagian ke-51" AS.

Menghadapi ketidakpastian ini, PM Mark Carney mengambil langkah pragmatis. Sebagai PM Kanada pertama yang mengunjungi China sejak 2017, ia berupaya merestrukturisasi ketergantungan ekonomi negaranya.

BACA JUGA:Tinggalkan Emas, Bitcoin Sekarang Jadi Aset Pilihan di Amerika

BACA JUGA:Awas, Penculikan Turis Pemilik Kripto Marak di Amerika Serikat

Kesepakatan Strategis: Kendaraan Listrik dan Pertanian

Dikutip dari Reuters, Sabtu (17/1/2026), Kanada dan China resmi mencapai kesepakatan perdagangan awal yang signifikan: 

Relaksasi Tarif EV: Kanada akan mengizinkan masuknya 49.000 Kendaraan Listrik (EV) asal China dengan tarif hanya 6,1%. Angka ini turun drastis dari tarif 100% yang sebelumnya diberlakukan di era Justin Trudeau pada 2024.

Imbal Balik Canola: China setuju memangkas tarif biji canola Kanada dari 84% menjadi sekitar 15% per 1 Maret 2026. Ini adalah angin segar bagi industri pertanian Kanada senilai US$4 miliar. Bebas Visa & Komoditas Lain: China berkomitmen memberikan akses bebas visa bagi warga Kanada dan menghapus hambatan tarif untuk ekspor lobster, kepiting, serta tepung canola.

"China Lebih Bisa Diprediksi"

Dalam konferensi persnya, Carney menekankan bahwa langkah ini bukan sekadar soal dagang, melainkan soal stabilitas. Ia menyebut bahwa hubungan dengan China saat ini terasa "lebih dapat diprediksi" dibandingkan dinamika kebijakan dengan Washington.

"Agar Kanada dapat membangun sektor EV yang kompetitif, kita perlu belajar dari mitra inovatif dan mengakses rantai pasokan mereka," ujar Carney. Ia juga memproyeksikan investasi besar dari China akan masuk ke sektor energi hijau dan infrastruktur listrik Kanada dalam 15 tahun ke depan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan