Sharp Perkuat Pendidikan Vokasi Lewat Program Sharp Class di Karawang

Rabu 28 Jan 2026 - 17:10 WIB
Reporter : Henny Efendi
Editor : Salamun Sajati

KARAWANG, KORANRADAR.ID – Penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) terus menjadi fokus penting dalam mendorong daya saing nasional, khususnya melalui pengembangan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pun diposisikan sebagai ujung tombak dalam mencetak tenaga kerja terampil, adaptif, dan siap kerja.

Namun demikian, kesenjangan antara kompetensi lulusan pendidikan vokasi dan kebutuhan industri masih menjadi tantangan yang membutuhkan kolaborasi nyata antara dunia pendidikan dan sektor industri.

Sebagai bentuk kontribusi aktif terhadap agenda tersebut, PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan SDM Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Program Sharp Class bersama SMKN 3 Karawang, yang dilaksanakan pada 26 Januari 2026.

Program Sharp Class menjadi wujud sinergi konkret antara industri dan institusi pendidikan vokasi dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini. Penandatanganan kerja sama ini turut disaksikan oleh Pengawas Pembina SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV, H. Chaerudin, S.Pd., M.M., sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap kolaborasi strategis dunia pendidikan dan industri.

Customer Satisfaction Head Division PT Sharp Electronics Indonesia, Lise Tiasanty, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa Sharp Class merupakan investasi jangka panjang perusahaan dalam membangun SDM unggul nasional.

“Sharp Class bukan sekadar program pelatihan, tetapi merupakan upaya berkelanjutan Sharp untuk berkontribusi langsung dalam mencetak tenaga kerja vokasi yang kompeten dan siap kerja,” ujarnya.

Menurutnya, program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri. “Kami percaya kolaborasi seperti ini sangat penting untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia agar mampu bersaing di dunia kerja,” tambahnya.

Program Sharp Class di SMKN 3 Karawang diikuti oleh 25 siswa terpilih dan akan berlangsung selama dua bulan. Kurikulum disusun berbasis kebutuhan industri dengan fokus pada penguasaan teori dan praktik di bidang Air Conditioner (AC), salah satu kompetensi teknis dengan permintaan tinggi di sektor elektronik dan jasa layanan.

Selain keterampilan teknis, peserta juga dibekali soft skill seperti pelayanan pelanggan, etos kerja, komunikasi profesional, serta dasar kewirausahaan. Pembekalan ini bertujuan membentuk lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki mental siap kerja dan kemandirian.

Kepala SMKN 3 Karawang, Dra. Ade Mardiah Hayati, M.Pd., menilai Program Sharp Class sebagai model kolaborasi ideal dalam mendukung transformasi pendidikan vokasi.

“Program Sharp Class memberikan pengalaman belajar yang sangat relevan dengan dunia industri. Materi, metode praktik, serta keterlibatan langsung tenaga profesional dari Sharp membantu siswa memahami standar kerja yang sesungguhnya,” ungkapnya.

Program Sharp Class pertama kali diperkenalkan pada 2012 dan hingga kini telah diimplementasikan di 24 SMK di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Aceh, Malang, Denpasar, Banjarmasin, Padang, serta sejumlah kota di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

Hingga saat ini, sebanyak 893 siswa telah mengikuti Program Sharp Class. Dari jumlah tersebut, 83 lulusan bergabung sebagai karyawan Sharp Indonesia, sementara lainnya berkarier di perusahaan nasional maupun internasional, serta mengembangkan usaha mandiri.

Melalui keberlanjutan Program Sharp Class, Sharp Indonesia berharap dapat terus berperan aktif mendukung pendidikan vokasi nasional, memperkuat kesiapan tenaga kerja Indonesia, serta mendorong terciptanya SDM unggul yang mampu menjawab tantangan industri masa depan.

“Ke depan, kolaborasi ini akan terus diperluas ke lebih banyak SMK di berbagai daerah agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan berkelanjutan,” tutup Lise.

Kategori :